Minggu, 22 Juli 2012

Kemitraan Bidan Dan Dukun

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PELAKSANAAN KEMITRAAN BIDAN DAN DUKUN DALAM PERTOLONGAN PERSALINAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SAPAYA KEC. BUNGAYA KAB. GOWA TAHUN 2012
oleh : Puspita Rini
   
                                                                       BAB I
                                                              PENDAHULUAN

A.    LATAR BELAKANG
Angka kemtian ibu(AKI) di indonesia menurut survei demografi kesehatan indonesia adalah 307 per 100.000 kelahiran hidup, sedangkan angka kematian bayi (AKB) tercatat 35 per 1.000 kelahiran hidup. Angka kematian ibu dan bayi adalah yang tertinggi di asia tenggara.
Angka kematian ibu diseluruh dunia menurut penyataan organisasi kesehatan dunia Word Health Organization (WHO) mencapai sekitar 585.000 per tahun saat mereka hamil dan bersalin. Tahun 2007 masih tinggi dibandingkan tahun 2005 yang sebanyak 536.000 ibu meninggal masalah kehamilan dan persalinan. Perbandingan antara kematian ibu di asia tenggara yaitu singapura, hanya 6 per 100.000, malaysia tercatat 41 per 100.000, thailand sebanyak 44 per 100.000 bahkan filipina 170 per 100.000 kelahiran. Sedangkan indonesia tergolong tinggi dan paling tertinggi dengan angka rata-rata 307 per 100.000 kelahiran hidup sampai pertengahan november 2007.
Menurut hasil berbagai survei, tinggi rendahnya Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) disuatu Negara dapat dilihat dari kemampuan untuk memberikan pelayanan obstetric yang bermutu dan menyaluruh.Dari hasil survei yang dilakukan AKI telah menunjukkan penurunan dari waktu ke waktu, namun demikian upaya untuk mewujudkan target tujuan pembangunan millenium masih membutuhkan komitmen dan usaha keras yang terus menerus. Upaya Menurunkan AKI dan AKB. Departemen Kesehatan menargetkan angka kematian ibu pada 2010 sekitar 226 orang dan pada tahun 2015 menjadi 102 orang per tahun. Untuk mewujudkan hal ini, salah satu upaya terobosan dan terbukti mampu meningkatkanKeadaan ini masih jauh dari target harapan yaitu 75% atau 125/100.000 kelahiran hidup dan Angka Kematian Bayi (AKB) menjadi 35/1000 kelahiran hidup pada tahun 2010 (Dinas kesehatan Provinsi Lampung, 2006 : 1). Sedangkan penyebab kematian neonatal karena BBLR 29%, asfiksia 27%, masalah pemberian minum 10%, tetanus 10%, gangguan hematologi 6%, infeksi 5% dan lain-lain 13% (Rachmawaty, 2006 : 1)Upaya menurunkan AKI dan AKB beberapa upaya telah dilakukan.
Dewasa ini AKI dan AKB di Indonesia masih tinggi dibandingkan dengan negara ASEAN lainnya. Menurut data Survei Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI) 2007, AKI di Indonesia adalah 228 per 100.000 kelahiran hidup, AKB 34 per 1.000Menurut data Survei Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI), AKI di Indonesia masih tinggi jika dibandingkan dengan negara ASEAN lainnya, yaitu sebesar 228 per 100.000 kelahiran hidup. Upaya penurunan AKI harus difokuskan pada Tujuan Jaminan Persalinan ini adalah meningkatnya akses terhadap pelayanan persalinan yang dilakukan oleh dokter atau bidan dalam rangka menurunkan AKI dan AKB (Angka Kematian Bayi) melalui jaminan pembiayaan untuk pelayanan persalinan.
Angka tersebut diatas menempatkan indonesia pada urutan teratas di antara negara-negara ASEAN, bila dibandingkan dengan target yang ingin dicapai secara nasional pada tahun 2011, yaitu sebesar 125 per 100.000 kelahiran hidup, maka apabila penurunannya masih seperti tahun-tahun sebelumnya diperkirakan target tersebut dimasa mendatang sulit dicapai (Profil Kesehatan Propinsi Sul-sel 2010).
Hal senada ibu propinsi Sul-sel tahun 2006 yang masih cukup tinggu yaitu 153 orang, dimana terbanyak atau 77 kasus disebabkan perdarahan dan yang lainnya karena pre eklamsia dan infeksi (Dinas Kesehatan Propinsi Sul-sel 2010).
Oleh karena itu, UNICEF Makassar bersama Dinkes Sul-sel bekerja sama menyatukan keduanya (bidan dan dukun) agar saling berbagi tugas sesuai dengan kemampuannya untuk meningkatkan cakupan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan dalam rangka menurunkan angka kematian ibu, karena keduanya memiliki kelebihan masing-masing.
Di Kabupaten Gowa persalinan dukun sebesar 75% sampai 80% terutama di daerah pedesaan. Pertolongan persalinan oleh dukun menimbulkan berbagai masalah dan penyebab utama tingginya angka kematian dan kesakitan ibu dan perinatal. Dapat dipahami bahwa dukun tidak dapat mengetahui tanda-tanda bahaya perjalanan persalinan (Profil Dinas kesehatan Kab. Gowa)
Keberhasilan dari kegiatan kemitraan Bidan – Dukun adalah ditandai dengan adanya kesepakatan antara Bidan dan dukun dimana dukun akan selalu merujuk setiap ibu hamil dan bersalin yang datang. serta akan membantu bidan dalam merawat ibu setelah bersalin dan bayinya. Sementara Bidan sepakat untuk memberikan sebagian penghasilan dari menolong persalinan yang dirujuk oleh dukun kepada dukun yang merujuk dengan besar yang bervariasi.
Program Kemitraan Bidan Dukun merupakan salah satu program untuk meningkatkan cakupan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan. Kemitraan Bidan dan Dukun adalah suatu bentuk kerjasama antara bidan dan dukun yang saling menguntungkan dengan prinsip keterbukaan, kesetaraan dan kepercayaan dalam upaya untuk menyelamatkan ibu dan bayi, dengan menempatkan bidan sebagai penolong persalinan dan mengalihfungsikan dukun dari penolong persalinan menjadi mitra dalam merawat ibu dan bayi pada masa nifas, dengan berdasarkan kesepakatan yang telah dibuat antara bidan dan dukun serta melibatkan seluruh elemen masyarakat yang ada.
Mengingat peran dukun di masyarakat sangat penting dan cukup dipercaya oleh masyarakat, maka perlu dijalin kerjasama yang baik antara dukun dengan tenaga kesehatan, khususnya bidan desa sehingga dapat membantu kelancaran tugas seharihari dari bidan dan sekaligus membantu untuk merencanakan tugas-tugas lainnya yang menjadi tanggung jawab bidan.
Upaya meminimalisasi dan menurunkan tingkat kematian ibu hamil, bayi dan balita maka semua persalinan ditangani oleh dukun bayi harus beralih ditangani oleh bidan. Kecuali hal-hal yang berhubungan dengan adat dan kebiasaan setempat dengan menjalin hubungan antara dukun dan bidan, tetapi kemitraan yang berjalan sekarang ini masih dalam dukun dan bidan, tetapi kemitraan yang berjalan sekarang ii masih dalam batas pemaknaan transfer ilmu pengetahuan, masih dalam bentuk pembinaan cara-cara persalinan yang higienis kepada dukun bayi.
Berarti belum ada dalam bentuk  kesepakatan uraian tugas dan fungsi masing-masing, juga belum mengarah pada aih peran pertolongan persalinan secara optimal.
Namun kekhawatiran dimasa mendatang pembinaan yang dilakukan oleh bidan justru memberikan peran baru bagi dukun bayi, menambah presentase dan menaikkan status mereka bahkan semakin menambah kepercayaan merekan menjalankan profesinya sebagai dukun bayi.
Puskesmas Sapaya Kec. Bungaya Kab. Gowa merupakan Puskesmas yang terletak di dataran tinggi kabupaten Gowa dimana Jumlah persalinan diwilayah Kerja Puskesmas Sapaya pada tahun 2011 yaitu sebanyak 332 persalinan, dimana Persalinan yang ditolong oleh Bidan sebanyak 70% dan dukun sebanyak 30% persalinan.
Sebagaimana sambutan ketua umum Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) dalm buku 50 tahun IBI bahwa “ kemitraan bidan dan dukun harus di upayakan dengan target 90% persalinan ditolong oleh bidan”, tapi kenyataannya sejak kemitraan dilaksanakan diwilayah kerja Puskesmas Sapaya, ternyata angka pertolongan persalinan oleh Non nakes/Dukun 21% masih tinggi dibandingkan dengan tenaga kesehatan/bidan 79%, melihat latar belakang diatas, maka peneliti tertarik untuk meneliti tentang faktor-faktor yang berhubungan dengan kemitraan bidan dan dukun dalam pertolongan persalinan diwilayah kerja Puskesmas Sapaya, Kec. Bungaya, Kab. Gowa.

B.    RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan uraian dalam latar belakang tersebut di atas, maka dapat dirumuskan masalah sebagai berikut :
1.    Apakah ada hubungan antara pengetahuan ibu dengan kemitraan bidan dan dukun dalam pertolongan persalinan di wilayah kerja Puskesmas Sapaya, Kec. Bungaya, Kab. Gowa Tahun 2012
2.    Apakah ada hubungan antara kebiasaan ibu dengan kemitraan bidan dan dukun dalam pertolongan persalinan di wilayah kerja Puskesmas Sapaya, Kec. Bungaya, Kab. Gowa Tahun 2012
3.    Apakah ada hubungan antara Jarak ke palayananan Kesehatan  dengan kemitraan bidan dan dukun dalam pertolongan persalinan di wilayah kerja Puskesmas Sapaya, Kec. Bungaya, Kab. Gowa Tahun 2012

C.    TUJUAN PENULISAN
1.    Tujuan Umum
Untuk memperoleh informasi tentang faktor-faktor yang berhubungan dengan kemitraan bidan dan dukun dalam pertolongan persalinan di wilayah kerja puskesma Sapaya Kec. Bungaya Kab. Gowa Tahun 2012
2.    Tujuan Khusus
a.    Diketahui hubungan antara pengetahuan ibu dengan kemitraan bidan dan dukun dalam pertolongna persalinan di wilayah kerja Puskesmas Sapaya, Kec. Bungaya, Kab. Gowa Tahun 2012
b.    Diketahui hubungan antara Kebiasaan ibu dengan kemitraan bidan dan dukun dalam pertolongna persalinan di wilayah kerja Puskesmas Sapaya, Kec. Bungaya, Kab. Gowa Tahun 2012
c.    Diketahui hubungan antara Jarak ke palayananan Kesehatan  dengan kemitraan bidan dan dukun dalam pertolongan persalinan di wilayah kerja Puskesmas Sapaya, Kec. Bungaya, Kab. Gowa Tahun 2012

D.    MANFAAT PENELITIAN
1.    Bagi Penulis
Sebagai pengalaman ilmiah yang sangat berharga bagi peneliti untuk meningkatkan pengetahuan dan menambah wawasan khususnya yang  berhubungan dengan Kemitraan Bidan dan Dukun
2.    Manfaat Teoritis
Sebagai bahan masukan atau bahan bacaan dan menambah pengetahuan bagi Institusi Prodi DIV Bidan Pendidik Stikes Mega Resky Makassar.
3.    Manfaat Praktis
Di harapkan penelitian ini dapat dijadikan masukan dan sumber informasi untuk meningkatkan mutu pelayanan sesuai dengan standarisasi palayanan kesehatan, menjadi sumber informasi bagi Puskesmas Sapaya, Kec. Bungaya, Kab. Gowa.

Sabtu, 18 Februari 2012

kanker payudara


KANKER PAYUDARA

 Kanker Payudara - Sudah sering mendengar nama ini kan kawan? so pasti. Karena nama ini sangat tidak asing ditelinga kita. Mendengar nama Kanker yang terdapat dalam pikiran kita tentu saja sebuah nama penyakit yang sangat berbahaya dan mengerikan? Momok mengerikan sama halnya dengan Kanker Serviks.
Menurut om Wikipedia.org, Kanker Payudara adalah kanker yang terjadi pada jaringan payudara. Kanker jenis ini umumnya terjadi pada kaum hawa. Meski kaum adam juga bisa terkena namun sangat kecil kemungkinannya. Pengobatan yang dilakukan untuk Kanker Payudara ini adalah dengan pembedahan. Dilanjutkan dengan kemoterapi maupun radiasi.
click to zoom : Kanker Payudara

Gejala, ciri-ciri, dan tanda Kanker Payudara
Gejala klinis terjadinya Kanker Payudara yang umum terjadi adalah sebagai berikut :
  1. Benjolan kecil pada payudara.Benjolan ini biasanya tidak nyeri dan ukuranya kecil. Tapi lama-lama membesar dan menempel pada kulit serta menimbulkan perubahan warna pada puting dan atau payudara.
  2. Eksema atau erosi pada puting.Selanjutya, kulit atau puting tertarik kedalam (retraksi), warna pink atau kecoklatan sampai menjadi oedema yang menyebabkan menjadi seperti kulit jeruk, mengkerut dan menjadi borok. Borok membesar dan mendalam hingga bisa merusak payudara. Busuk dan berdarah. Ciri-ciri lainnya adalah terjadinya pendarahan pada puting. Sakit/nyeri bila tumor sudah besar dan timbul borok. Kemudian timbul pembesaran pada ketiak yaitu kelenjar getah bening, terjadi pembekakan pada lengan. Kemudian terjadi penyebaran kanker ke seluruh tubuh.Kanker payudara tingkat lanjut sangat mudah diketahui. Yaitu adanya pada kulit payudara yang cukup luas, serta ada nodul satelit. Adanya edema pada lengan, metastase jauh, terjadi ulserasi kulit, edema kulit, kulit terfiksasi. Adanya kelenjar getah bening aksila.
  3. Nipple discharge atau keluarnya cairan.Gejala yang ktiga adalah keluarnya cairan yang tidak wajar dan spontan dari putih atau yang disebut dengan nipple discharge. Kenapa cairan ini dikatakan tidak normal, tidak lain karena cairan normal hanya keluar pada ibu hamil, sedang menyusui atau yang memakai pil kontrasepsi.Ciri cairan ini, cairan berdarah encer, warna merah atau coklat, keluar sendiri tanpa dipijit. Keluar dengan terus menerus pada satu payudara. Bagi anda yang mengalami ciri-ciri ini harus waspada dan segera periksa ke dokter untuk mencegah kanker makin parah.
click to zoom : kanker payudara stadium 4

Penyebab terjadinya Kanker Payudara
Belum diketahui secara pasti apa penyebab terjadinya kanker payudara. Namunterdapat banyak faktor yang diperkirakan mempengaruhi terjadinya kanker payudara. Yaitu :
Faktor risiko :
  1. Faktor reproduksi.Terjadinya nuliparitas, menarche pada wanita berusia muda, terjadinya menopause dan kehamilan pertama pada wanita berusia tua.
  2. Penggunaan hormon. Harvard School of Public Health melaporkan bahwa terdapat para pengguna terapi estrogen replacement mengalami peningkatan terjadinya kanker payudara.
  3. Memiliki penyakit fibrokistik.
  4. Obesitas atau kegemukan.
  5. Konsumsi lemak.
  6. Radiasi ionisasi yang terjadi selama atau sesudah pubertas dapat meningkatkan terjadinya resiko kanker payudara.
Faktor genetik :
Selain faktor-faktor diatas kanker payudara juga bisa disebabkan oleh faktor genetik atau faktor keturunan. Yaitu adanya mutasi pada beberapa gen yang dapat memicu terjadinya kanker payudara. Yaitu gen yang bersifat onkogen dan gen yang bersifat mensupresi tumor. Diantaranya adalah gen BRCA2 dan BRCA1.

Pencegahan kanker payudara
  1. Pencegahan primer. Merupakan promosi kesehatan yang sehat. Yaitu melalui upaya menghindarkan diri dari Faktor Risiko diatas serta melakukan pola hidup sehat. Termasuk juga dengan pemeriksaan payudara sendiei alias SADARI.
  2. Pencegahan sekunder dilakukan pada wanita yang memiliki risiko terkena kanker payudara. Yaitu dengan melakukan deteksi dini dengan via skrining mammografi yang diklaim memiliki 90% akurat. Skrining berlaku untuk wanita usia 40 tahun keatas, wanita yang harus rujuk skrining setiap tahun dan wanita normal yang harus rujuk skrining tiap 2 tahun sekali hingga usia 50 tahun.
  3. Pencegahan tertier dilakukan pada wanita yang positif menderita kanker payudara. Ini penting untuk meningkatkan kualitas hidup serta mencegah komplikasi penyakit. Bisa berupa operasi, kemoterapi sitostatika. Pada stadium tertentu hanya berupa simptomatik dan pengobatan alternatif.
Pengobatan kanker payudara.
Pengobatan kanker
  1. Mastektomi atau operasi pengangkatan payudara. Baik pengangkatan total payudara dan benjolak di ketiak, pengankatan payudara saja maupun pengangkatan sebagian pada bagian yang terdapat kanker saja.
  2. Radiasi yaitu proses penyinaran dengan sinar X dan sinar gamma pada bagian yang terkena kanker. Ini berfungsi untuk membunuh sel kanker yang masih tersisa setelah operasi.
  3. Kemoterapi yaitu pemberian obat-obatan anti kanker. Baik obat dalam bentuk pil cair/kapsul maupun melalui infus untuk membunuh sel kanker.
Henah cukup jelas bukan sedikit info tentang kanker payudara diatas. Dengan begini kita terutama kaum wanita jadi lebih menjaga diri dan kesehatan. Untuk info lebih lanjut seputar kanker payudara ini bisa hubungi dokter terdekat.
Mastektomi, radiasi dan kemoterapi bukanlah jaminan untuk sembuh total dari kanker payudara. Maka dari itu lebih baik mencegah daripada mengobati. Pilih sehat apa pilih operasi Kanker Payudara hayoo?